Konsep tentang keseimbangan itu layaknya memang benar. dimana ada hitam, disitu ada putih. dimana ada senang, susah pasti ada. begitu juga keseimbangan antara penguasa dan yang dikuasai. pun keseimbangan antara yang mewakili dan diwakili. dan tentu saja keseimbangan antara mereka yang teriak korupsi dengan koruptor. Hipokrit.
Hal ini terpikir oleh saya setelah membaca ini.
apakah korupsi ini sudah di generalisir? atau justru semakin dipersempit ruang kajiannya? setiap hari kita mendengar satu sampai tiga orang korupsi uang milayaran rupiah di media. pastinya ada orang yang korupsi mengambil gorengan, korupsi membayar makanan, korupsi lahan, seperti yang dikatakan dalam artikel tadi. siapakah yang sekarang korupsi? ehm, rasanya kurang tepat. siapakah yang sekarang tidak korupsi?
"ah mereka kan korupsinya Milyaran, kita cuma limaratus perak"
baiklah. berarti abaikan pepatah sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit
atau silahkan naik ke atas tempat tidur anda,lalu cobalah untuk tidur ketika nyamuk berkeliling bebas di atas telinga anda.